Jumat, 28 Februari 2014

Harapan Ibrahimovic Untuk AC Milan

Harapan Ibrahimovic Untuk AC Milan
Bomber jangkung Zlatan Ibrahimovic tercatat menghabiskan tujuh tahun karirnya di kompetisi Serie A, dengan dua musim terakhirnya di Italia ia lalui bersama AC Milan. Pemain asal Swedia tersebut berpisah dengan Rossoneri pada tahun 2012 saat memutuskan untuk menerima pinangan klub kaya asal Prancis, PSG.

Meski demikian, Milan rupanya masih memiliki tempat spesial di hati pria kelahiran Malmo tersebut. Ibrahimovic mengakui bahwa ia masih terus memantau perkembangan mantan klubnya itu. Terkait kondisi Milan saat ini tengah berada dalam periode sulit, pemain berusia 32 tahun ini mengungkapkan harapannya agar Il Diavolo Rosso segera bangkit dari keterpurukan.

"Saya memiliki memori yang indah bersama Milan, saya harap mereka bisa bangkit dan menyisihkan Atletico Madrid di Liga Champions," harap Ibra seperti dilansir IFD.

"Saya juga berdoa semoga Clarence Seedorf mampu memberikan yang terbaik sebagai pelatih. Bahkan saat Seedorf masih aktif bermain pun ia telah memiliki jiwa kepelatihan yang kuat. Tentu saja butuh kesabaran sebelum segalanya membuahkan hasil."

Seedorf baru saja ditunjuk sebagai pelatih baru Milan menggantikanMassimiliano Allegri pada Januari lalu. Pria asal Belanda tersebut memiliki tugas berat untuk membawa Milan lolos ke perempat final dan mengangkat posisi klub kembali ke zona Eropa.

Sabtu, 22 Februari 2014

Preview: Sampdoria vs Milan, Terus Positif Tanpa Balo

 Preview: Sampdoria vs Milan, Terus Positif Tanpa Balo
AC Milan akan tampil tanpa sumber gol utama mereka, Mario Balotelli, ketika mereka melakoni lawatan ke markas Sampdoria dalam laga lanjutan Serie A (23/02).

Striker Italia itu sudah mencetak empat dari tujuh gol Milan semenjakClarence Seedorf ditunjuk sebagai pelatih di bulan Januari, namun cedera bahu memaksanya untuk absen di perjalanan menunju Luigi Ferarris.

Balotelli menderita cedera tersebut saat ia membela tim di laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Atletico Madrid, yang berakhir dengan kekalahan Rossoneri 1-0.

Seedorf sendiri  membawa angin positif di liga semenjak ia ditunjuk untuk menggantikan Massimiliano Allegri. Tim hanya satu kali menelan kekalahan dari lima laga terakhir yang mereka mainkan di kompetisi domestik, semenjak mendapat sentuhan tangan dingin dari allenatoreasal Belanda itu.

Namun sejarah sedikit mengganjal Milan di laga kali ini. Catatan rekor menunjukkan bahwa mereka tidak pernah menang di markas Sampdoria semenjak Oktober 2007, kala itu Seedorf mencetak gol pamungkas yang membuat timnya menang dengan skor telak 5-0.

Kendala cedera mungkin juga bisa mencegah Milan untuk mengakhiri puasa kemenangan di Luigi Ferraris. Mattia De Sciglio (engkel) juga mengalami problem di kakinya saat berlaga di Liga Champions tengah pekan ini.

Absennya bek kanan tangguh itu dan Balotelli jelas menjadi pukulan yang berat bagi Milan, yang sudah kehilangan banyak pemain utamanya, termasuk penyerang Robinho (otot) dan Stephan El Shaarawy (kaki).

Sementara itu, striker Maxi Lopez, pencetak gol kemenangan di derby melawan rival abadi Genoa di awal bulan ini, siap untuk kembali bermain usai mengalami cedera telapak kaku, namun Gianluca Sansone mungkin tidak akan bermain karena sedang sakit.

Semenjak ditangani oleh Sinisa Mihajlovic pada bulan November, Sampdoria semakin mengukuhkan tempat mereka di papan tengah klasemen. Mereka kini duduk di peringkat 12 klasemen sementara dengan jumlah poin 28. Dari lima laga terakhir yang dijalani, Sampdoria hanya dua kali gagal meraih satu biji poin pun, meski pekan lalu mereka sempat dikalahkan 3 gol tanpa balas oleh AS Roma.

Kamis, 20 Februari 2014

Taarabt: Ini Semua Belum Berakhir

Taarabt: Ini Semua Belum Berakhir
Penggawa AC MilanAdel Taarabt, berkeras bahwa kubunya masih memiliki kesempatan untuk lolos ke babak perempat final LigaChampions, meski baru saja dikalahkan oleh Atletico Madrid di kandang sendiri 1-0 (20/02).

Diego Costa mencetak satu-satunya gol di laga tersebut. Namun pemain asal Maroko yang baru direkrut Milan dari Fulham pada bulan Januari lalu itu yakin bahwa Rossoneri masih memiliki kesempatan yang sama untuk lolos menuju babak berikutnya.

"Ini semua belum berakhir, kami memiliki kesempatan. Masih ada laga lain yang harus kami mainkan di Madrid," tutur Taarabt pada situs resmiUEFA.

"Kami tahu bahwa ini akan jadi laga yang berat, namun kami memiliki kesempatan malam ini dan kami memiliki kesempatan lain dalam jangka tiga pekan mendatang. Kami harus menjadi yang terbaik ketika bermain di Madrid nanti," pungkasnya

Selasa, 18 Februari 2014

'Atletico Unggulan, Tapi Milan Punya Sejarah Panjang'

 'Atletico Unggulan, Tapi Milan Punya Sejarah Panjang'
AC Milan akan menjalani laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2013-14 lawan Atletico Madrid di San Siro nanti malam (19/02). Meskipun berstatus sebagai kekuatan tradisional di kompetisi elit Eropa, performa buruk Milan musim ini membuat mereka berada dalam posisi underdog dalam duel kontra Los Rojiblancos.

Hal tersebut juga disetujui oleh eks bomber Rossoneri sendiri, Hernan Crespo. Pria asal Argentina ini menyebut bahwa Atletico memang memiliki modal lebih unggul untuk bisa lolos ke babak perempat final. Secara khusus, pria 38 tahun ini memuji peranan pelatih Diego Simeonesebagai sosok yang mampu memajukan performa Atletico.

"Diego Simeone memiliki kepercayaan diri tinggi, ia tahu benar apa yang diinginkannya. Struktur permainan Atletico benar-benar bagus dan memiliki taktik yang sangat luar biasa," puji Crespo seperti dilansir Fox.

"Atletico adalah unggulan untuk melaju ke babak selanjutnya, namun jangan lupa Milan memiliki sejarah panjang di ajang ini."

Crespo sendiri memang cukup mengenal karakter permainan dari Simeone. Semasa aktif bermain, keduanya merupakan andalan bagi Timnas Argentina dan sempat bahu membahu di putaran final Piala Dunia1998 serta 2002.

Kisah Nabi Saleh

Tsamud adalah nama suatu suku yang oleh sementara ahli sejarah dimasukkan bahagian dari bangsa Arab dan ada pula yang menggolongkan mereka ke dalam bangsa Yahudi. Mereka bertempat tinggal di suatu dataran bernama " Alhijir " terletak antara Hijaz dan Syam yang dahulunya termasuk jajahan dan dikuasai suku Aad yang telah habis binasa disapu angin taufan yang di kirim oleh Allah sebagai pembalasan atas pembangkangan dan pengingkaran mereka terhadap dakwah dan risalah Nabi Hud A.S.

Kemakmuran dan kemewahan hidup serta kekayaan alam yang dahulu dimiliki dan dinikmati oleh kaum Aad telah diwarisi oleh kaum Tsamud.Tanah-tanah yang subur yang memberikan hasil berlimpah ruah, binatang-binatang perahan dan lemak yang berkembang biak, kebun-kebun bunga yag indah-indah, bangunan rumah-rumah yang didirikan di atas tanah yang datar dan dipahatnya dari gunung.Semuanya itu menjadikan mereka hidup tenteram ,sejahtera dan bahgia, merasa aman dari segala gangguan alamiah dan bahawa kemewahan hidup mereka akan kekal bagi mereka dan anak keturunan mereka.

Kaum Tsamud tidak mengenal Tuhan. Tuhan Mereka adalah berhala-berhala yang mereka sembah dan puja, kepadanya mrk berqurban, tempat mrk minta perlindungan dari segala bala dan musibah dan mengharapkankebaikan serta kebahagiaan.Mrk tidak dpt melihat atau memikirkan lebih jauh dan apa yang dpt mrk jangkau dengan pancaindera. 

Seedorf: Milan Tak Akan Mainkan Taktik Parkir Bus

Seedorf: Milan Tak Akan Mainkan Taktik Parkir Bus
Baru sebulan ditunjuk menangani AC Milan menggantikanMassimiliano AllegriClarence Seedorf sudah ditunggu tugas berat di kompetisi Eropa. Pria asal Belanda ini harus memutar otak untuk membawa pasukannya melewati Atletico Madrid di babak 16 besar LigaChampions 2013-14.

Meskipun berada dalam posisi underdog melawan tim yang tengah naik daun di Spanyol tersebut, namun Seedorf berjanji tidak akan memainkan sepakbola defensif. Berbeda dengan pendahulunya, Allegri yang beberapa kali memainkan taktik parkir bus saat bermain di LigaChampions, Seedorf berjanji akan bermain menyerang dalam dua leg laga kontra Atletico.

"Saya tak pernah menyukai tim yang hanya menunggu di lini pertahanan dan melakukan serangan balik, walau harus diakui terkadang cara tersebut bisa sangat efektif," kata pria 37 tahun ini seperti dilansir UEFA.

"Memang anda bisa meraih kemenangan dengan cara tersebut dan terkadang memang tak ada taktik lain yang bisa dipakai selain itu. Namun menurut saya pribadi, saya lebih menyukai tim yang bisa mencetak lebih dari satu gol dalam tiap laganya."

Milan akan terlebih dahulu menjadi tuan rumah di laga leg pertama yang digelar di San Siro pada tanggal 20 Februari. Sementara laga kedua akan digelar di Vicente Calderon pada tanggal 12 Maret mendatang.

Kisah Nabi Hud

kisah nabi hud
Nabi Hud ‘alaihis salam tinggal di negeri Yaman, di sebuah tempat yang bernama Al Ahqaaf (bukit-bukit berpasir), di sana tinggal kaum ‘Aad pertama yang nasab mereka sampai kepada Nabi Nuh. Mereka tinggal di rumah-rumah yang memiliki tiang-tiang yang besar sebagaimana difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“(Yaitu) penduduk Iram (ibu kota tempat tinggal kaum ‘Aad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi–Yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,” (QS. Al Fajr: 7-8)
Mereka juga membangun istana-istana dan benteng-benteng yang tinggi dan membanggakan diri dengan bangunan-bangunan itu. Hal ini sebagaimana difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main (bermewah-mewah) –Dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud agar kamu kekal (di dunia)?” (QS. Asy Syu’ara: 128-129)
Mereka juga memiliki peradaban yang tinggi; mereka unggul dalam bidang pertanian karena melimpahnya airyang segar kepada mereka, di samping mereka memiliki harta dan binatang ternak yang banyak. Tempat mereka ketika itu menjadi ladang yang subur dan hijau, penuh dengan kebun-kebun yang indah dan mata air.
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mengaruniakan kepada mereka bentuk fisik yang berbeda dengan yang lain, badan mereka tinggi dan kuat. Apabila mereka berperang atau menyerang suatu kaum, maka mereka dapat memenangkan peperangan itu dan serangan mereka begitu mengerikan. Hal ini sebagaimana firman AllahTa’ala menyebutkan perkataan Nabi Hud kepada mereka,
“Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang yang kejam dan bengis.–Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.–Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.–Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak, dan anak-anak,–Dan kebun-kebun dan mata air,” (QS. Asy Syu’ara: 130-134)
Tetapi, meskipun nikmat-nikmat yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada mereka begitu banyak, namun mereka tidak bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’alaterhadapnya, bahkan mereka menyekutukan-Nya dengan sesuatu, mereka sembah patung-patung, dan mereka adalah kaum yang pertama menyembah patung setelah banjir besar zaman Nabi Nuh. Sebagaimana firman Allah,
“Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) setelah lenyapnya kaum Nuh, dan Allah telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah agar kamu mendapat keberuntungan.” (Terj. Al A’raaf: 69)
Tidak hanya itu, mereka juga mengerjakan berbagai maksiat dan dosa serta mengadakan kerusakan di bumi, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Nabi Hud‘alaihis salam kepada mereka untuk menunjukkan jalan yang lurus; Beliau mengajak mereka menyembah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala saja dan melarang mereka berbuat syirk dan melakukan berbagai kemaksiatan.
Beliau juga mengingatkan mereka agar bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya yang diberikan-Nya kepada mereka, Beliau berkata kepada mereka, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan yang berhak disembah bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” (QS. Al A’raaf: 65)
Mereka pun bertanya-tanya tentang keadaan diri Nabi Hud‘alaihis salam, “Siapakah sebenarnya engkau wahai Hud sehingga mengatakan kata-kata seperti itu?” Hud menjawab,
“Sesungguhnya aku adalah rasul yang dapat dipercaya bagimu—Oleh karena itu, bertakwalah kamu kepada Allah dan taatilah aku.” (QS. Asy Syu’ara: 125-126)
Maka kaumnya membantahnya dengan kasar dan sombong sambil berkata,
“Sesungguhnya Kami benar-benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang-orang yang berdusta.” (QS. Al A’raaf: 66)
Hud menjawab,
“Wahai kaumku! Tidak ada padaku kekurangan akal sedikit pun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam.– Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasihat yang terpercaya bagimu.” (QS. Al A’raaf: 67-68)
Kaumnya pun semakin sombong di samping menolak dengan keras beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mereka berkata kepada Nabi Hud ‘alaihis salam,
“Wahai Hud! Kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu–Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu…dst.” (QS. Huud: 53-54)
Meskipun begitu Nabi Hud ‘alaihis salam tetap bersabar dan mengajak mereka untuk mengikuti kebenaran. Beliau mengingatkan mereka akan nikmat-nikmat Allah kepada mereka dengan harapan mereka mau bertobat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meminta ampunan kepada-Nya. Beliau berkata kepada mereka,
Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.–Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak, dan anak-anak,–Dan kebun-kebun dan mata air,” (QS. Asy Syu’ara: 131-134)
Beliau juga berkata:
“Wahai kaumku! Mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (QS. Huud: 52)
Tetapi Nabi Hud ‘alaihis salam tidak mendapatkan kaumnya selain sebagai manusia yang telah mati hatinya dan telah menjadi keras seperti batu, memegang teguh kesesatan dan penyimpangannya dan tetap kokoh menyembah patung. Mereka juga membalas nasihatnya dengan tindakan zalim dan olok-olokkan, sehingga Nabi Hud berkata kepada mereka,
”Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan,–dengan yang lain, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku.–Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya–Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus–Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat membuat mudharat kepada-Nya sedikit pun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha pemelihara segala sesuatu.” (QS. Huud: 54-57)